Dalam Lagu itu

| Rabu, 18 Mei 2011
Siang ini seperti biasa aku tebarkan suaraku yang cempreng ini di www.radiogglink.com
dan siaran jawa adalah tugasku lagu pertama yang aku putar di acara Klangenan " Nginang karo ngilo", lucu lagunya tapi yang sangat menusik pikiranku adalah dimana  sekarang susah ditemui simbah putri dan simbah kakung yang masih nginang. Padahal itu budaya yang unik menurutku, apalagi melihat mereka  susuran, rasanya sangat-sangat unik. Sebenarnya bahan untuk nginang sendiri masih bisa dijumpai tapi entah mengapa sekarang jarang sekali menemui orang yang nginang, apakah mungkin mereka jijik dengan "dubang"? atokah memang sudah tidak ada niat untuk mengunyah daun sirih, enjet, mbako, dan gambir itu?
Atau para sesepuh sudah mempertimbangkan baik buruknya, atau juga malu karena setiap membuka mulut harus terlihat merah?
Hemh aku belum tau jawaban pastinya, hanya sayang saja kalo memang tradisi itu sudah tidak dipakai lagi...

0 komentar:

Posting Komentar

Next Prev
▲Top▲