Tak kudapat lagi sentuhan lembut itu,
tak kurasa lagi dekapan hangat itu...
semua terasa hambar..kosong
Seperti sendiri berjalan tanpa arah yang jelas,
tatapanku nanar.............
apa yang kulihat, apa yang kudengar, apa yang kurasa menusuk tajam, sakit
Caci, caci saja sepuas anda tuan dan nyonya yang berkuasa....
Teriak teriak saja semua... dengan sumpah serapah yang kotor
Diam, aku terdiam tertunduk
Ingin aku teriak Ini Salah Siapa?
Sudahkah kalian melihat seperti apa kalian?
Tidak... ya ...tidak akan bisa sekotor apa kalian karena aku tahu hanya menghakimi saja yang bisa anda lakukan
* Teruntuk orang yang selalu terluka dengan omongan kotor para penjilat, Tegaklah berdirilah
Kau tak sendiri....
Aku ada untukmu walau itu dengan tetes tetes air mata
tak kurasa lagi dekapan hangat itu...
semua terasa hambar..kosong
Seperti sendiri berjalan tanpa arah yang jelas,
tatapanku nanar.............
apa yang kulihat, apa yang kudengar, apa yang kurasa menusuk tajam, sakit
Caci, caci saja sepuas anda tuan dan nyonya yang berkuasa....
Teriak teriak saja semua... dengan sumpah serapah yang kotor
Diam, aku terdiam tertunduk
Ingin aku teriak Ini Salah Siapa?
Sudahkah kalian melihat seperti apa kalian?
Tidak... ya ...tidak akan bisa sekotor apa kalian karena aku tahu hanya menghakimi saja yang bisa anda lakukan
* Teruntuk orang yang selalu terluka dengan omongan kotor para penjilat, Tegaklah berdirilah
Kau tak sendiri....
Aku ada untukmu walau itu dengan tetes tetes air mata


