Newest Post

World Radio Day, Akankah Radio Tergeser Keberadaannya?

| Minggu, 14 Februari 2021
Baca selengkapnya »

Selamat Hari Radio Sedunia!!!  Saya ucapkan selamat bertahan untuk rekan-rekan insan radio yang masih bertahan di tengah arus teknologi yang kian mumpuni. 

Awal tahun 2021 dimana dunia hampir semua dibantu oleh teknologi. Teknologi yang semakin canggih yang dapat kita genggam kemana-mana.


Sama halnya dengan keberadaan radio, dulu radio adalah hiburan sekaligus sumber informasi bagi para pendengarnya. 

Tahun 2010 keberadaan radio non konvensional yang hanya bisa didengarkan melalui internet, yang biasa kita sebut dengan radio streaming masih jarang bahkan masih sangat awam, tidak jarang orang mencibir apa sih radio radio streaming. 

 Padahal di tahun ini radio stremaing tidak hanya merajai platform digital namun banyak saluran audio seperti podcast yang pantas diperhitungkan. 

Dulu di berbagai penjuru daerah suara-suara penyiar favorit masih gandang menemani para pendengar di rumah, tempat kerja, warung makan, SPBU, pusat perbelanjaan, bahkan di ladang. Hampir setiap rumah memiliki radio. Namun saat ini tidak semua rumah, bahkan sudah jarang ditemui keberadaan radio. Tidak hanya itu hanphone keluaran terbaru sudah jarang ditemui aplikasi bawaan radio band. 

Tapi apakah radio sudah ditinggal pendengar fanatiknya? Apakah menyapa, menjawil sesama pendengar sudah tak bisa kita dengarkan lagi? Ataukah kita yang memang harus lebih pandai beradaptasi dengan kecanggihan teknologi saat ini?

Saya yang sudah menghabiskan lebih dari 10.000 jam siar sangat paham dinamika yang terjadi dalam dunia radio. Apalagi saat ini Pandemi Covid sangat berimbas pada pemasukan rekan-rekan broadcaster, mereka pasrah dengan potongan gaji. Bahkan tidak jarang banyak radio swasta gulung tikar dan beralih fungsi. 

Namun radio bukan hanya sarana hiburan ataupun informasi, bagi kami mantan penyiar radio akan selalu dihati. Dari radio kita memiliki networking yang bagus, kita bisa memiliki wawasan yang lebih luas, dan pengalaman yang setiap saat bertambah. Mungkin itu baru dasarnya, belum kesan mendalam yang lain bagi setiap penyiar. 

Sudah 1 tahun ini saya gantung mic meningglakan dunia ternyaman saya, dunia dimana seorang Dyasworo lebih dikenal, dunia radio yang membawa berjuta pengalaman bagi saya. Sebenarnya tawaran untuk masuk radio lain masih berdatangan, tapi semuanya harus ditinggalkan. 

Saya tetap bisa menyapa pendengar melalui platform digital bernama "Spotify" Silahkan Download spotify melalui playstore, cari podcast D'jejes Podcast. D'Jejes Podcast adalah saluran Podcast saya. Saya tetap bisa berekspresi seperti saat masih di meja siar hanya saja interaksi dengan pendengar dilakukan sebelum atau sesudah memproduksi episode podcast.

Bukankah sudah saatnya kita bisa siaran sendiri?  di saluran sendiri (ya walaupun platformnya nginduk sih)  tapi kita bebas berekspresi tanpa harus terbentur aturan-aturan kaku. 

Selamat tinggal dunia radio selamat datang di dunia Podcast :)





World Radio Day, Akankah Radio Tergeser Keberadaannya?

Posted by : DYASWORO
Date :Minggu, 14 Februari 2021
With 0komentar

Sisi Lain Wonoasri "Seper" Jatipurno

| Senin, 29 Mei 2017
Baca selengkapnya »
Agaknya kebiasaan mbolang saya selalu bermanfaat. Manfaat untuk diri saya sendiri, orang lain dan lingkungan kerja, ga sekedar selfie sana selfie sini hahha.... Faktanya lagi on going ney spott WNS.
Oke, siang yang mendung ini saya bakal berbagi pengalaman mengesankan mengenai Wonoasri Seper Spektakuler.
Pertama kali kesana pas tahun baru 2017, bareng sahabat saya yang sudah saya anggap seperti saudara ada pasutri Aira-Nando, Pasangan tunangan Fadjar - Bela, pasangan pacaran Jibon dan Dian :D dan tentunya saya dan suami tercinta.
Hari itu kita berfikir bahwasanya orang orang ke Seper sore karena malamnya pasti pada ngumpul menyaksikan pergantian tahun baru, namun ternyata tebakan saya salah yang ada adalah macet. Macet ke arah WNS sepanjang 1km, beruntungnya ketemu sama mas Fahri salah seorang teman juga yang memberitahukan untuk berputar arah dan melewati jalan yang ditunjuk olehnya...... kita lewat gerbang belakang dan jalanan yang terjal bebatuan membuat kami harus benar benar waspada dalam berkendara.
Kita masuk ke area wisata dengan tiket Rp. 10.0000,- dan langsung kita disuguhi rumah pohon bertingkat serta jembatan cinta dimana disana juga sudah ramai pengunjung, ribuang pengunjung memang padati wisata Seper kala itu, selese berfoto ria disana kita lanjut ke depan pintu gerbang utama, karena rute memang hanya melingkar, barulah kit aketemu dengan bunga warna warni dan beberapa rumah pohon juga. Hiburan orkes dangdut juga menjadi magnet untuk warga sekitar agar berkunjung ke wisata baru ini.
Dan keadaan terlihat berbeda saat 25 Mei lalu saya singgah kesana lagi, di Seper sudah mulai dibudidayakan buah dan sayuran seperti sawi, dan strawberry yang pastinya organik.
Memang perjalanan ke Seper kali ini digawangi oleh bunda kami Bunda Wiji Erna yang menjadi salah satu tim outbond Seper. Sehingga kami berkesempatan berbincang dengan Bp. Maryadi Pengelola WNS, beliau ingin menggambarkan Seper seperti roda kehidupan, nantinya akan dibangun lagi fasilita fasilitas yang akan semakin memanjakan pengunjung, *sorry ga disebutkan disini karena memang masih rahasia hehhe....
Teman saya Cik Lala dan Genta tengah menikmati pemandangan dengan berselfie ria, sedang saya keasikan memanen strawbery hehhe
Yang membuat saya semakin takjub adalah Bukit Mulia..... hamparan hutan pinus yang begitu indah menjadi daya tarik tersendiri disini, karena memang saya baru tahu hehhe.... yang disayangkan adalah pengunjung hutan pinus Seper tidak terlalu mempedulikan kebersihan terlihat sampah berserakan dimana mana :'(
Cukup bangga dengan adanya Hutan Pinus Wonoasri ini... karena kalau dibandingkan dengan Mangunan sebenarnya hampir sama, malah lebih rindang dan sejuk Seper namun tata kelola memang kita masih tertinggal dengan Mangunan Imogiri, apalagi Cikole Bandung. Tapi saya percaya bahwa lambat laun Seper akan menjadi Wisata Hits di Wonogiri yang didatangi ribuan wisatawan baik lokal maupun asing. 

Sisi Lain Wonoasri "Seper" Jatipurno

Posted by : DYASWORO
Date :Senin, 29 Mei 2017
With 0komentar

Exotisnya Puncak Secokro, surga tersembunyi di Wonogiri Timur

| Selasa, 16 Mei 2017
Baca selengkapnya »
Hai readers, sesuai dengan janji saya di instagram tentang postingan saya mengenai Puncak Secokro.
Sebenernya gag ada planning buat jalan ke Secokro, tapi karena kakak ipar ngajakin jalan ya hayukk ajah :) maklumin akuh yang tukang mbolang inih ;)

Akses ke Secokro dari Purwantoro readers bisa ambil ke arah Bulukerto, kira kira masuk kurang lebih 3 km ada gapura kecil ke arah timur ambil jalan mengikuti jalan beraspal. Trus sampai melewati sungai Kepyar masih naik lagi dan kalo armada readers tidak kuat untuk nanjak sampai puncak mending titipin di rumah penduduk terakhir aja biar aman. Sampai parkir berikutnya kita mengisi buku tamu dan bayar parkir kalo Minggu 14 Mei 2017 kemaren parkir 1 sepeda motor 3ribu rupiah.
Puncak Secokro terletak di dusun Sumberejo Desa Bakalan Kecamatan Purwantoro Kabupaten Wonogiri.

Perjalanan dilanjut dengan melewati askes jalan setapak kira-kira 1 km lagi untuk benar-benar bisa menikmati indahnya Puncak Secokro.
Dari pintu selamat datang disediakan kotak amal untuk pemeliharaan tempat wisata ini, seikhlasnya. Jadi g ada retribusi sama sekali.
Namanya saja puncak bukit, jadi siapkan air mineral atopun ketahanan fisik ya gaes untuk bisa ke puncaknya.

Setelah sampai Puncak Secokro ada berbagai area pilihan untuk selfie, ada jembatan cinta yang benar-benar menghubungkan bukit 1 dengan bukit yang lainnya, dan hanya boleh untuk 4 orang saja.
Ada lagi papan cinta yang darisana kita bisa lihat indahnya kota tetangga Ponororgo.
Banyaknya rumah pohon, yaps rumah pohonya gag cuma satu, dan ini bener-bener rumah pohon nempel banget dan butuh keberanian serta adrenalin yang tinggi untu bisa manjat di rumah pohon ini.
Setiap tempat selfi juga disediakan kotak amal, jadi kita bisa ngasih seikhlasnya gaes.
Bukit ini cukup tandus, dan bisa dibilang panas kalo kita lagi ngantri foto selfie  :(

Ada yang menarik selain pemandangan yang ditawarkan lhoh, ada tulisan dengan aksara Jawa yang mana saya sendiri sudah lupa apa artinya hahhahah *LOL

Over all setelah melewati akses yang lumayan menguras tenaga kita bisa lihat keindahan dari Wonogiri Timur daerah perbatasan seperti Ponorogo, Magetan dan lainnya.

Oh iya kita sempet ngobrol sama penjual es dawet di seputar lokasi wisata, lupa engga nanya nama, menurut si Ibu wisata sepi kalo hari biasa, dan rame kalo hari Minggu dan tanggal merah.
Kami juga sempat ngobrol ngalur ngidul tentang Masjid Tiban di Purwantoro yang dulunya terkenal angker, tapi sekarang sudah tidak terlalu mistis, karena penjaganya sudah berbeda. dan menurut Ibu itu, Chris Jhon (petinju Indonesia) setiap mau bertarung selalu meminta petunjuk di Masjid tiban tersebut. Banyak orang kota yang kesana juga untuk meminta berkah dan petunjuk. Tapi kami lebih bersyukur dengan apa yang kita miliki sekarang, dengan usaha sendiri dan yang pasti berdoa kepada Allah SWT. "Yang wajar dan biasa-biasa saja" kata Ibu tersebut.

Puncak Secokro ini dikelola oleh Karang Taruna setempat, mereka membuka kantin yang menyediakan aneka makanan dan minuman serta merchandise dari Puncak Secokro seperti tshirt gelang gantungan kunci dsb.
FYI Readers, puncak Secokro ini sangat tepat utuk membidik sunset atopun sunrise, bahkan banyak juga yang camping di bukit ini. 

Demikian readers cerita saya mengenai Puncak Secokro, Ayo berpetualang ke Wonogiri, biar kita makin tahu dan cinta tentang Kabupaten yang tahun ini berusi 276 tahun. And yang pasti  Uda ga penasaran lagi deh sama yang namanya Secokro :) the beautifull places on East Wonogiri.



*Ditulissambilmenikmaticakue,tahupetisdansecangkirchocolatosSelasa160517
 

Exotisnya Puncak Secokro, surga tersembunyi di Wonogiri Timur

Posted by : DYASWORO
Date :Selasa, 16 Mei 2017
With 0komentar

Chicago Type Writer Thriller and Comedi

| Sabtu, 06 Mei 2017
Baca selengkapnya »
Duhhh mau masuk blog sendiri aja sampe lupa caranya hahha maklum yeee.... uda 2 tahun ga dijamah si blog imut inih. Tak apalah, sebenernya dari beberapa hari yang lalu pengen nulis lagi aktif lagi ya walo kadang blog ini g jelas arahnya kemana hahhaha mau
ke dunia Kpop ato yang lain, malah terkesan kayak Buku Diary isinya curhatan mulu maklumin yeee..... 

Btw readers apakabar 2 tahun ini? setelah 2 tahun vakum hari ini pengen banget ngebahas soal Chicago Type Writer drakor yang lagi on going. Well dari segi cerita menarik sih, diawal episode malah terkesan agak serem ya.... sama sensasinya pas nonton Goblin, bedanya Goblin mengarah ke Zombie caem dan Chicago Type Writer ke pejuang Independent dan seorang penulis kondang, *kapan saya jadi penulis kondang wkkwkwkwkwk.....

Nhah dari Goblin, Legend of the blue sea dan Chicago Type Writer ini memiliki alur cerita dan alur waktu yang sama, yaitu implementasi masya lalu dan sekarang, cerita tentang reinkarnasi. Sama sama dengan plot campuran ketiga drakor ini memiliki magnet yang luar biasa. Selain dari Aktor dan Aktris yang menjadi pemeran utama di dalamnya namun cerita yang fresh selalu disajikan yang menjadi daya tarik sebuah drakor. 

Gag usah diragukan dengan kepopuleran Legend of the blue sea yang dibintangi Lee Min Ho dan Jun ji HYun ini, ato Gong Yoo dan bromancenya Lee Dong Wook dalam serial Goblin.
Hanya saja apakah berlaku juga untuk drama TVN yang masih tayang setiap Jumat dan Sabtu ini? Chicago Type Writer dibintangi oleh Yoo Ah In yang satu agensi dengan Song Hye Kyo. Tak hanya dia Im So Joong aktris dan model kawakan ini juga sangat menarik memerankan Jeon Seol uniknya kisah 3 sahabat ini dengan munculnya Go Kyung Pyo  yang berperan sebagai  Yoo Jin Oh, karena dia adalah ghost writer untuk Han Se Jo (Yoo Ah In). 

Perlu diketahui juga bahwa Ah In dan Im So Joong memang lebih banyak wira wiri di box office jadi aktingnya ga perlu diragukan lagikan? 
Tak peduli dengan ratting dan kepopuleran drama ini, satu yang pasti saya sangat respect dengan kehidupan para PENULIS. Entah penulis novel, biografi, buku dan penulis lainnya. 
Tapi Dengan tangan dingin Jin Soo-wan yakni penulis drama 'Moon Embracing The Sun' dan 'Kill Me, Heal Me' yang keduanya meraih Daesang award (penghargaan tertinggi tahunan).
Selain itu, drama ini juga digarap oleh sutradara Kim Cheol-kyu yang telah menyutradarai sejumlah drama seperti 'Emergency Couple', 'My Beautiful Bride', dan 'On the Way to the Airport', bikin semakin semangat mantengin Penulis Kece kayak Han Se Ju. 

A writer not only writes with his brain, but also with his hands, feet, and butt” #ChicagoTypewriter

sangat setuju dengan kalimat di atas karena menulis ga cuma dengan otak tapi dengan seluruh jiwa raganya.

Ada satu sisi dimana si Yoo Ah In ato Han Se ju ini unik dan konyol, karena dia selalu mempunya style mode sendiri namun selalu keren dan memukau. Dari drama terdahulunya seperti Sung Kyung Kwan Scandal yang melambungkan namanya dan Song Jong Ki, atau drama Jang Ok Jung dimana Ah In jadi raja dan sangat mencintai Ok Jung yang diperankan Kim Tae He, atau film layar lebar dari Ah In seperti Veteran dimana perannya antagonis yee... brandal kece gituh, ga sampe disitu dia juga berhasil memainkan Prince Sado dalam film The Throne (ceritanya tragis, ga semua pangeran hidup enak malah lebih terkesan beban dan tanggung jawabnya berat sejak umur balita) .

Prestasinyapun juga sangat Luar biasa lihat aja di Wiki ya gengs :)

Jadi buat kamu yang suka tulis menulis rasanya ga afdol kalo kamu ga ngliat Chicago Type Writer ini!!!




*Ditulisdiselaselasiaranpagi 





Chicago Type Writer Thriller and Comedi

Posted by : DYASWORO
Date :Sabtu, 06 Mei 2017
With 0komentar

I am Not a Girl Not yet a Woman

| Senin, 19 Oktober 2015
Baca selengkapnya »
Sama kayak judul lagunya Britney Spears ya, memang. Dan aku ingin mendiskripsikan sesuai dengan pemikiranku sendiri.
18 Oktober 2015 usiaku genap 26 tahun. Bukan lagi ABG ato bisa dibilang girl, tapi belum juga bisa dikategorikan perempuan not yet a woman, karena aku belum sempurna belum menjadi Ibu dari anak-anakku nanti.

26 tahun bukan lagi usia yang bisa seenaknya sendiri, usia ini menuju usia-usia dewasa. Bahkan Aku belum bisa mengontrol emosiku sampai saat ini :'(  emosi yang sering meluap-luap hufthh hanya mungkin sudah tidak suka dengan sosok pembuat onar. Tapi tak apa itu adalah proses  menuju dewasa.

Sebuah kado kecil dari sahabat yang tiap akhir bulan selalu aku tegur dan marahi karena mereka masih sering seenaknya sendiri :D maaf ya kawans hahha, kue tart kecil berlapis coklat dan pocky :* dan sureprise di lakukan di keramaian CFD. Emmm kalo boleh jujur agak malu lhoo sungguh hahha ketika smeua mata tertuju padamu yang akan meniup lilin. Dan yang membuat senyum mengembang dari bibirku adalah, orang-orang yang ada di dekat kita yang tanpa kita kenal ikut memberikan selamat dan harapan untukku, serta berbagi kue manis untuk ade ade kecil yang manis, sungguh  aku akui kado dari teman teman kerjaku ini berhasil membuatku terharu :) aku sayang kalian. Semoga aku masih bisa bekerja bersama kalian, masih bisa bercanda dan berjuang bersama kalian .

Tak hanya beryukur atas kesempatan untuk memperbaiki diri di 26 tahun ini, namun dengan hadirnya orang-orang luar biasa di lingkungan saya, baik Suami, Bapak, Ibu , Ade, Simbah, dan bos saya yang juga mau untuk sekedar mengucapkan selamat ulang tahun, baik Owner kami Bapak Sudarmanto Leles, Bapak Sarnen Sujarwadi, Ibu Sunahno, para pendengar dan kawan sekolah saya. Semoga apa yang kalian ucapkan dalam greeting kalian segera diijabah oleh Yang Kuasa.

Yang pasti saya selalu berusaha untuk bisa diterima oleh kalian, berusaha lagi untuk menjadi yang lebih baik lagi, bukan hanya stuck seperti ini saja.

Yaa Rabb jagalah selalu mereka yang selalu baik kepadaku, yang menyayangiku yang disini di hati ataupun yang disana tanpa aku tahu atau mengenal mereka lebih ;)


I am Not a Girl Not yet a Woman

Posted by : DYASWORO
Date :Senin, 19 Oktober 2015
With 0komentar

Tentang Penyiar Radio

| Senin, 28 September 2015
Baca selengkapnya »
Tepat seminggu yang lalu, Radioku tempat bekerja genap berusi 5 tahun, perayaan dengan tema gangsalvagansa sukses digelar. Tak hanya untuk bersuka cita kami juga berbagi disana.
Kali ini aku ingin berbagi cerita dan juga mengintepretasikan tentang PENYIAR RADIO.

Dulu waktu aku masih SMP mendengar radio saat belajar adalah keharusan. Sebagai pendengar setia Radio Prambors Jogja kala itu dan juga PTPN Radio. Belajarku semakin menyenangkan. Bahkan saking ngefansnya sama penyiar" Radio Kribo kala itu ada satu diary penuh tulisan -tulisan tentang penyiar" yang aku sukai, sebut saja Vere Fariza, Ryu Deka, dan Bony Prasetya lebay memang :D tapi itulah kisah SMPku . Sempat suatu waktu aku mengutarakan keinginanku menjadi seorang penyiar radio. Dan tanggapan Ibu kala itu adalah, Penyiar radio itu tidak gampang, susah. Ya... mungkin aku sebagai pendengar hanya bisa masuk dalam dunia para penyiar yang edan waktu itu, dimana lagu" yang diputarkanpun hanya menjadi selingan karena yang terpenting adalah penyiarnya, mendengarkan informasi yang mereka bagi, mendengar kekonyolan On air mereka ah... betapa menyenangkanya jika aku bisa seperti mereka. Tak hanya mendengarkan aku rajin menelpon pas istirahat jam pertama kalo penyiar favoritkuh siaran, aku juga rajin menulis surat dan ikut quiz yang diadain PTPN yeayyy aku menang Quiz hahha Quiz boysband mania dimana dulu dibawain Joseph Jojo Alfredo (sekarang di Prambors Solo) dan Fahmi Anhar.
Dan...
Beruntunglah aku, masih di SMP aku berkesempatan menjadi narasumber bersama Yayasan Kakak Solo di salah satu acara PTPN Radio aaaaaaaaaaaa tak tergambar waktu itu gimana bahagia dan girangnya aku :) . Tapi niatku tuk jadi penyiar agak down, waktu masuk ruang siar, melihat berbagai alat yang aku buta alat apa itu? aku hanya bisa mengiyakan apa perkataan Ibu waktu itu bahwa menjadi penyiar radio itu sulit. Beruntung dulu ketemu sama mba Devita Ananda PTPN :) ada banyak perbincangan menarik mengenai penyiar.
Aku masih berandai-andai dan tidak menyangka bahwa kesempatan menjadi seorang penyiar terbuka lebar di depan mata.  Sore itu aku temani kawanku ke sebuah Radio swasta di Wonogiri, di aingin sekali ketemu mas Adam salah stau penyiar favoritnya, ya maaf klo aku ga pernah dengerin karena jujur kurang sreg sama program acaranya waktu itu hehhe... tapi disitulah kesempatanku. Mba Venty Sary selaku ST.Manager Gis memberikan info pendaftaran penyiar remaja/sekolah. Hemhh karena memang aku tertarik dan ingin membuktikan bahwa aku mampu ya sudah langsung saja aku kirimkan CV lengkapku. Interview berjalan, bersain dengan puluhan anak muda baik dari Wonogiri kota ataupun dari daerah sedikit membuatku pesimis, tapi lagi-lagi Dewi Fortuna berpihak padaku. diantara banyak pendaftar yang sudah lolos interview hanya ada dua nama yang berhasil menjadi penyiar remaja GIS waktu itu ya... Widyasworo n Diana siapa ya Diana Gunawan ato siapa aku lupa.....Betapa bahagianya aku . MOS SMA juga training di Radio, aku tak punya cukup waktu untuk hang out bareng temans, seperti yang lain. Sungguh waktuku habis dengan sekolah, siaran, dan OSIS SMA, tapi aku bahagia. Bahkan dulu ada temen SMP yang study banding ke Radio GIS dan aku yang siaran wahhhh betapa kerenya aku waktu itu hahhahah. Adam Manggo, Arin Kusuma, Mas Badai, mba Tia, mba Siwe, mba Ella adalah guru terbaikku di radio GIS. mereka dengan keras dan disiplin mengajariku, bagaimana siaran berbahasa jawa, membawakan siaran dangdut, dan siaran anak muda. Sempat suatu waktu aku mengikuti lomba membacakan berita dan infotaintment yang diadakan UNS. bahkan waktu itu MC nya adalah si cantik Ventin Oktafi (Penyiar PTPN, sekarang di TV One) mbak yang cantik, sumeh dan sexy yang lahir 17 Oktober beda sehari ama aku hahha *segitunya apall, sangat banyak memberiku pelajaran bagaimana sih menjadi seorang MC tapi sayang aku tak berhasil menyabet gelar juara, diraih sama siswa Solo waktu itu.
Tak cukup puas menjadi dj remaja di GIS selama 3 tahun, aku ambil kesempatan yang diberikan oleh Radio Gajah Mungkur dimana radio itu merupakan radio berbasis bahasa Jawa. Bisa gag ya siaran bahasa Jawa? mampu tidak ya? tapi benar ketika kita berniat untuk belajar pasti ada saja jalannya.
Banyak penyiar senior seperti mb Rita, mas Bagas, mas Moko, mba Alya apalagi yang super senior Pak Tolik :) dan aku sebagai junior langsung diberikan beban berat untuk membawakan acara campursari Glopa Glape waktu itu hahhaha edyannnnn siap kertas dan pulpen tiap ada kalimat baru dari para pendengar selalu dicatat dan dicari artinya. Oh God betapa baiknya para pendengar yang sudah lebih tua dari aku bahkan tak ada pendengar yang seusiaku rata-rata di atasku semua, tapii mereka menghagaiku dan menghormatiku karena dalam waktu seminggu aku berhasil menghidupkan acara Glopa Glape yang dulu digawangi Pak Tolik. nak Kalo Pak Tolik ini tipikal orang yang mau mengajari secara langsung tidak perlu script dll, beliau langsung mengajakku siaran dengan tema berat, politik misalnya. ... duh aku tua sebelum masaku. Tapiii aku bangga menjadi bagian dari itu semua... 2 tahun kurasa cukup belajar di radio ini kini aku berlaih ke radio berbasis Internet. Radio GGLink, yang memebdakan pertama kali siaran adalah pendengar, kalo dlu di RGM pendengar bisa phone berjama-jam kali ini di GGLink si penyiar dituntut bisa menghidupan suasana xtra, walaupun hanya sekedar membaca atensi. Ya taulah pendengar GGLink adalah para perantau dari segi pekerjaanpun mereka memiliki jabatan yang tinggi, dan itu menuntut para penyiar untuk berpikir lebih jangan cuma sekedar ngomong. Pendengar pertamaku dan setiaku sampai saat ini adalah tukang geguritan Qdemang Hangabehi n Mas Tedjo Semarnag, mereka adalah pendengar paling uzur wkwkwk. Terimakasih selalu setia bersamaku.

Note :
Penyiar tidak hanya orang yang cerewet, saya tidak setuju ornag cerewet belum tentu mampu dan bisa menjadi penyiar karena setiap omongan yang keluar dari mulut si penyiar adalah informasi untuk masyarakat. Berbicaralah sesuai kapastitas dan kwantitas yang kamu miliki. Tak dipungkiri seorang penyiar menarik apabila memiliki suara yang bagus dan ngangeni seperti aku misalnya hahhahahah tapi itu saja tidak cukup, bagaima si penyiar menghidupkan suatu acara, bagaimana cara dia berkomunikasi dengan para pendengar baik baru ataupun yang lama. Bagaimana memilih lagu yang tepat untuk mereka, merupakan point penting.
Perlu diingat, tak hanya di belakang layar, penyiar harus mampu di depan layar, harus menunjukkan eksistensinya juga di dunia nyata. Karena penyiar adalah public figur, atitude pun sangat diperlukan gag lucu juga kalo si penyiar dipuja puja tapi atitude enol tak bisa kubayangkan.
Karenya seorang public figure penyiar juga harus jaim tapi bukan sombong :D awal bulan lalu di CFD Solo aku juga ngobrol n berjabat dengan penyiar ganteng PTPN era sekarang dia adalah Erico putra... dari cara berjabat tangan waktu kenalan dan ngobrol ada  banyak hal yang bisa aku curi darinya. Bagaimana sosok penyiar ini ketika siaran On air, interaksi di sosmed, dan ketika off air. Must be ellegant person. Humble emmm harus tapi ingat jaim juga hahhahha
Dengan kecnaggihan teknologi yang sekarang ada tak menutup kemungkinan bahwa pendengar lebih pintar dari kita penyiar. Dan dari situlah kita harus selalu siap terima kritik ataupun saran, bahkan membuka wawasan tukar pikir bersama mereka pendengar, juga sangat membantu keintiman penyiar dan pendengar.
Sekali lagi jika ada pepatah mengatakan air beriak tanda tak dalam, itu tidak berlaku untuk Penyiar apalagi penyiar sepertiku hahha.
Hobi yang dibayar itulah profesiku sekarang.... entah sampai kapan karena ditempat ini aku bisa mengekplor kemampuanku untuk berbicara, membaca, dan menulis. Yess love sesama golongan darah R, golongan radio :)

Di tulis Senin 28 Sept 2015 pukul 12.00 sampai 13.24 :) 

Tentang Penyiar Radio

Posted by : DYASWORO
Date :Senin, 28 September 2015
With 2komentar

Awal Juni

| Senin, 01 Juni 2015
Baca selengkapnya »
lama rasanya jari jemari ini tak merangkai kata tuk kubagi denganmu. Ada rindu juga rupanya. Tapi entah ketika pikiran tak bisa disinkronkan dengan hati.
Aku coba menulis lagi merangkai kata demi kata, tuk menjadi bermakna.
Mei sudah berlalu, tapi tahukah kamu? Mei adalah bulan berat tukku, kedua kalinya Ibu tercinta       masuk rumah sakit dengan penyakit yang berbeda.
Yang pasti keadaan beliau sekarang tak seperti dulu, ringkih tak seenergik dulu lagi.
Di sisi lain Bapak semakin terlihat tua ada rasa cemas dan gelisah dari raut wajahnya kala itu.
Belum lagi dengan hal-hal tak terduga yang benar benar membutuhkan tenaga waktu dan pikiran yang extra. satu yang pasti Suami selalu support aku dan mengerti bagaimana yang harusnya kulakukan.

Q hanya berharap Juni dimana tepat setahun lalu menjadi bulan kita, tak ternoda .
Q menunggumu 

Awal Juni

Posted by : DYASWORO
Date :Senin, 01 Juni 2015
With 0komentar
Prev
▲Top▲