Newest Post

Sisi Lain Wonoasri "Seper" Jatipurno

| Senin, 29 Mei 2017
Baca selengkapnya »
Agaknya kebiasaan mbolang saya selalu bermanfaat. Manfaat untuk diri saya sendiri, orang lain dan lingkungan kerja, ga sekedar selfie sana selfie sini hahha.... Faktanya lagi on going ney spott WNS.
Oke, siang yang mendung ini saya bakal berbagi pengalaman mengesankan mengenai Wonoasri Seper Spektakuler.
Pertama kali kesana pas tahun baru 2017, bareng sahabat saya yang sudah saya anggap seperti saudara ada pasutri Aira-Nando, Pasangan tunangan Fadjar - Bela, pasangan pacaran Jibon dan Dian :D dan tentunya saya dan suami tercinta.
Hari itu kita berfikir bahwasanya orang orang ke Seper sore karena malamnya pasti pada ngumpul menyaksikan pergantian tahun baru, namun ternyata tebakan saya salah yang ada adalah macet. Macet ke arah WNS sepanjang 1km, beruntungnya ketemu sama mas Fahri salah seorang teman juga yang memberitahukan untuk berputar arah dan melewati jalan yang ditunjuk olehnya...... kita lewat gerbang belakang dan jalanan yang terjal bebatuan membuat kami harus benar benar waspada dalam berkendara.
Kita masuk ke area wisata dengan tiket Rp. 10.0000,- dan langsung kita disuguhi rumah pohon bertingkat serta jembatan cinta dimana disana juga sudah ramai pengunjung, ribuang pengunjung memang padati wisata Seper kala itu, selese berfoto ria disana kita lanjut ke depan pintu gerbang utama, karena rute memang hanya melingkar, barulah kit aketemu dengan bunga warna warni dan beberapa rumah pohon juga. Hiburan orkes dangdut juga menjadi magnet untuk warga sekitar agar berkunjung ke wisata baru ini.
Dan keadaan terlihat berbeda saat 25 Mei lalu saya singgah kesana lagi, di Seper sudah mulai dibudidayakan buah dan sayuran seperti sawi, dan strawberry yang pastinya organik.
Memang perjalanan ke Seper kali ini digawangi oleh bunda kami Bunda Wiji Erna yang menjadi salah satu tim outbond Seper. Sehingga kami berkesempatan berbincang dengan Bp. Maryadi Pengelola WNS, beliau ingin menggambarkan Seper seperti roda kehidupan, nantinya akan dibangun lagi fasilita fasilitas yang akan semakin memanjakan pengunjung, *sorry ga disebutkan disini karena memang masih rahasia hehhe....
Teman saya Cik Lala dan Genta tengah menikmati pemandangan dengan berselfie ria, sedang saya keasikan memanen strawbery hehhe
Yang membuat saya semakin takjub adalah Bukit Mulia..... hamparan hutan pinus yang begitu indah menjadi daya tarik tersendiri disini, karena memang saya baru tahu hehhe.... yang disayangkan adalah pengunjung hutan pinus Seper tidak terlalu mempedulikan kebersihan terlihat sampah berserakan dimana mana :'(
Cukup bangga dengan adanya Hutan Pinus Wonoasri ini... karena kalau dibandingkan dengan Mangunan sebenarnya hampir sama, malah lebih rindang dan sejuk Seper namun tata kelola memang kita masih tertinggal dengan Mangunan Imogiri, apalagi Cikole Bandung. Tapi saya percaya bahwa lambat laun Seper akan menjadi Wisata Hits di Wonogiri yang didatangi ribuan wisatawan baik lokal maupun asing. 

Sisi Lain Wonoasri "Seper" Jatipurno

Posted by : DYASWORO
Date :Senin, 29 Mei 2017
With 0komentar

Exotisnya Puncak Secokro, surga tersembunyi di Wonogiri Timur

| Selasa, 16 Mei 2017
Baca selengkapnya »
Hai readers, sesuai dengan janji saya di instagram tentang postingan saya mengenai Puncak Secokro.
Sebenernya gag ada planning buat jalan ke Secokro, tapi karena kakak ipar ngajakin jalan ya hayukk ajah :) maklumin akuh yang tukang mbolang inih ;)

Akses ke Secokro dari Purwantoro readers bisa ambil ke arah Bulukerto, kira kira masuk kurang lebih 3 km ada gapura kecil ke arah timur ambil jalan mengikuti jalan beraspal. Trus sampai melewati sungai Kepyar masih naik lagi dan kalo armada readers tidak kuat untuk nanjak sampai puncak mending titipin di rumah penduduk terakhir aja biar aman. Sampai parkir berikutnya kita mengisi buku tamu dan bayar parkir kalo Minggu 14 Mei 2017 kemaren parkir 1 sepeda motor 3ribu rupiah.
Puncak Secokro terletak di dusun Sumberejo Desa Bakalan Kecamatan Purwantoro Kabupaten Wonogiri.

Perjalanan dilanjut dengan melewati askes jalan setapak kira-kira 1 km lagi untuk benar-benar bisa menikmati indahnya Puncak Secokro.
Dari pintu selamat datang disediakan kotak amal untuk pemeliharaan tempat wisata ini, seikhlasnya. Jadi g ada retribusi sama sekali.
Namanya saja puncak bukit, jadi siapkan air mineral atopun ketahanan fisik ya gaes untuk bisa ke puncaknya.

Setelah sampai Puncak Secokro ada berbagai area pilihan untuk selfie, ada jembatan cinta yang benar-benar menghubungkan bukit 1 dengan bukit yang lainnya, dan hanya boleh untuk 4 orang saja.
Ada lagi papan cinta yang darisana kita bisa lihat indahnya kota tetangga Ponororgo.
Banyaknya rumah pohon, yaps rumah pohonya gag cuma satu, dan ini bener-bener rumah pohon nempel banget dan butuh keberanian serta adrenalin yang tinggi untu bisa manjat di rumah pohon ini.
Setiap tempat selfi juga disediakan kotak amal, jadi kita bisa ngasih seikhlasnya gaes.
Bukit ini cukup tandus, dan bisa dibilang panas kalo kita lagi ngantri foto selfie  :(

Ada yang menarik selain pemandangan yang ditawarkan lhoh, ada tulisan dengan aksara Jawa yang mana saya sendiri sudah lupa apa artinya hahhahah *LOL

Over all setelah melewati akses yang lumayan menguras tenaga kita bisa lihat keindahan dari Wonogiri Timur daerah perbatasan seperti Ponorogo, Magetan dan lainnya.

Oh iya kita sempet ngobrol sama penjual es dawet di seputar lokasi wisata, lupa engga nanya nama, menurut si Ibu wisata sepi kalo hari biasa, dan rame kalo hari Minggu dan tanggal merah.
Kami juga sempat ngobrol ngalur ngidul tentang Masjid Tiban di Purwantoro yang dulunya terkenal angker, tapi sekarang sudah tidak terlalu mistis, karena penjaganya sudah berbeda. dan menurut Ibu itu, Chris Jhon (petinju Indonesia) setiap mau bertarung selalu meminta petunjuk di Masjid tiban tersebut. Banyak orang kota yang kesana juga untuk meminta berkah dan petunjuk. Tapi kami lebih bersyukur dengan apa yang kita miliki sekarang, dengan usaha sendiri dan yang pasti berdoa kepada Allah SWT. "Yang wajar dan biasa-biasa saja" kata Ibu tersebut.

Puncak Secokro ini dikelola oleh Karang Taruna setempat, mereka membuka kantin yang menyediakan aneka makanan dan minuman serta merchandise dari Puncak Secokro seperti tshirt gelang gantungan kunci dsb.
FYI Readers, puncak Secokro ini sangat tepat utuk membidik sunset atopun sunrise, bahkan banyak juga yang camping di bukit ini. 

Demikian readers cerita saya mengenai Puncak Secokro, Ayo berpetualang ke Wonogiri, biar kita makin tahu dan cinta tentang Kabupaten yang tahun ini berusi 276 tahun. And yang pasti  Uda ga penasaran lagi deh sama yang namanya Secokro :) the beautifull places on East Wonogiri.



*Ditulissambilmenikmaticakue,tahupetisdansecangkirchocolatosSelasa160517
 

Exotisnya Puncak Secokro, surga tersembunyi di Wonogiri Timur

Posted by : DYASWORO
Date :Selasa, 16 Mei 2017
With 0komentar

Chicago Type Writer Thriller and Comedi

| Sabtu, 06 Mei 2017
Baca selengkapnya »
Duhhh mau masuk blog sendiri aja sampe lupa caranya hahha maklum yeee.... uda 2 tahun ga dijamah si blog imut inih. Tak apalah, sebenernya dari beberapa hari yang lalu pengen nulis lagi aktif lagi ya walo kadang blog ini g jelas arahnya kemana hahhaha mau
ke dunia Kpop ato yang lain, malah terkesan kayak Buku Diary isinya curhatan mulu maklumin yeee..... 

Btw readers apakabar 2 tahun ini? setelah 2 tahun vakum hari ini pengen banget ngebahas soal Chicago Type Writer drakor yang lagi on going. Well dari segi cerita menarik sih, diawal episode malah terkesan agak serem ya.... sama sensasinya pas nonton Goblin, bedanya Goblin mengarah ke Zombie caem dan Chicago Type Writer ke pejuang Independent dan seorang penulis kondang, *kapan saya jadi penulis kondang wkkwkwkwkwk.....

Nhah dari Goblin, Legend of the blue sea dan Chicago Type Writer ini memiliki alur cerita dan alur waktu yang sama, yaitu implementasi masya lalu dan sekarang, cerita tentang reinkarnasi. Sama sama dengan plot campuran ketiga drakor ini memiliki magnet yang luar biasa. Selain dari Aktor dan Aktris yang menjadi pemeran utama di dalamnya namun cerita yang fresh selalu disajikan yang menjadi daya tarik sebuah drakor. 

Gag usah diragukan dengan kepopuleran Legend of the blue sea yang dibintangi Lee Min Ho dan Jun ji HYun ini, ato Gong Yoo dan bromancenya Lee Dong Wook dalam serial Goblin.
Hanya saja apakah berlaku juga untuk drama TVN yang masih tayang setiap Jumat dan Sabtu ini? Chicago Type Writer dibintangi oleh Yoo Ah In yang satu agensi dengan Song Hye Kyo. Tak hanya dia Im So Joong aktris dan model kawakan ini juga sangat menarik memerankan Jeon Seol uniknya kisah 3 sahabat ini dengan munculnya Go Kyung Pyo  yang berperan sebagai  Yoo Jin Oh, karena dia adalah ghost writer untuk Han Se Jo (Yoo Ah In). 

Perlu diketahui juga bahwa Ah In dan Im So Joong memang lebih banyak wira wiri di box office jadi aktingnya ga perlu diragukan lagikan? 
Tak peduli dengan ratting dan kepopuleran drama ini, satu yang pasti saya sangat respect dengan kehidupan para PENULIS. Entah penulis novel, biografi, buku dan penulis lainnya. 
Tapi Dengan tangan dingin Jin Soo-wan yakni penulis drama 'Moon Embracing The Sun' dan 'Kill Me, Heal Me' yang keduanya meraih Daesang award (penghargaan tertinggi tahunan).
Selain itu, drama ini juga digarap oleh sutradara Kim Cheol-kyu yang telah menyutradarai sejumlah drama seperti 'Emergency Couple', 'My Beautiful Bride', dan 'On the Way to the Airport', bikin semakin semangat mantengin Penulis Kece kayak Han Se Ju. 

A writer not only writes with his brain, but also with his hands, feet, and butt” #ChicagoTypewriter

sangat setuju dengan kalimat di atas karena menulis ga cuma dengan otak tapi dengan seluruh jiwa raganya.

Ada satu sisi dimana si Yoo Ah In ato Han Se ju ini unik dan konyol, karena dia selalu mempunya style mode sendiri namun selalu keren dan memukau. Dari drama terdahulunya seperti Sung Kyung Kwan Scandal yang melambungkan namanya dan Song Jong Ki, atau drama Jang Ok Jung dimana Ah In jadi raja dan sangat mencintai Ok Jung yang diperankan Kim Tae He, atau film layar lebar dari Ah In seperti Veteran dimana perannya antagonis yee... brandal kece gituh, ga sampe disitu dia juga berhasil memainkan Prince Sado dalam film The Throne (ceritanya tragis, ga semua pangeran hidup enak malah lebih terkesan beban dan tanggung jawabnya berat sejak umur balita) .

Prestasinyapun juga sangat Luar biasa lihat aja di Wiki ya gengs :)

Jadi buat kamu yang suka tulis menulis rasanya ga afdol kalo kamu ga ngliat Chicago Type Writer ini!!!




*Ditulisdiselaselasiaranpagi 





Chicago Type Writer Thriller and Comedi

Posted by : DYASWORO
Date :Sabtu, 06 Mei 2017
With 0komentar
Next Prev
▲Top▲