Aku selalu suka dengan segala sesuatu menyangkut langit semesta.
Entah mendung yang menggmpal, langit yang membiru, awan yang bergumul indah, bintang yang bertaburan, dan bulan yang nampak tenang selalu ada senyum menyungging ketika melihatnya. Terlebih ketika bisa melihat itu semua dengan orang yang berarti dalam hidup kita.
Ada rasa yang aku sendiri tak bisa mendefinisikanya, abstrak sepertinya tapi nyata.
Banyak tempat dan banyak hal yang sudah kita lalui, kesan mendalam dan rasa kasih yang begitu indah, namun aku begitu munafik untuk itu semua.
Ketika jalanan berbisik kepadaku
Saat sinar air memantulkan cahaya bulan
saat bangunan-bangunan kuno menggema mengaungkan namamu
dan tatkala gunung yang menjulang tinggi menggambarkan sosokmu
saat itulah hampa menyergap mengikis waktu untuk sebuah kata kehilangan
Hilang..
Tak ada
dan takkan pernah
Ia akan selalu hidup
Hidup dalam tempatnya
Dia akan selalu bersemayam dan akan tetap sama ...
Maafkan aku dengan lancang selalu merapal namamu dalam doaku, dalam harapan harapan itu.
Merindukan kebersamaan untuk menghabiskan waktu bersama sosok yang selalu berbincang dengan dewi bulan.
Ada asa yang detik ini belum terjamah
Apa mungkin nanti di detik berikutnya akan ada?
#Merindukan kebersamaan untuk menghabiskan waktu bersama sosok yang selalu berbincang dengan dewi bulan.


0 komentar:
Posting Komentar