Awalnya aku tak pernah menduga sebelumnya bahwa aku juga bisa terjun dalam dunia jurnalistik, entah penulis ataupun reporter, yang aku tahu hanya broadcasting itupun hanya sebagian kecil. Tetapi Tuhan berkehendak lain, aku termasuk orang yang beruntung karena bisa belajar sedikit mengenai jurnalistik. Sebenarnya ini bukan kali pertama aku menjadi reporter Tv (Tv owner radioku), tapi untuk kali ini benar-benar membuat tenaga, n pikiran terkuras.
Dari situ aku tahu bahwa seorang wartawan, reporter, cameramen amat sangat berat tugasnya, dan memang dibutuhkan kesabaran extra untuk bisa mewawancarai tokoh penting dalam suatu acara. Memang dalam sebuah wawancara diperlukan 5 w 1 H, masih ingatkan pasti? tapi ternyata bila kita tidak bisa mengembangkan tema yang ada, nantinya terkesan "klise" ataupun juga "bosan" yang didapat.
pengalam pengalaman yang aku dapat dari terjun langsung ke lapangan, yang sangat berbeda saat aku siaran menyapa pendengar, mendengarkan melodi nan indah, di ruangan ber ac (beda banget kalo di lapangan panas-panasan, ujan-ujanan ), dan saat dialog langsung pun juga berbeda dengan saat kita wawancara untuk televisi. Syukur kupanjatkan untuk Tuhanku, atas apa yang diberikan Nya padaku, pengalaman yang belum tentu semua orang bisa masuk didalamnya. Tapi kembali lagi aku tetap cinta dengan pekerjaanku, dari hobby menjadi profesi dan yang jelas itu Nikmat tak terkira dari Nya...
Dan pengalaman itu tak akan terganti oleh apapun
Thanks ... How lucky i am :)


woowww!!!!
BalasHapuspengalaman yang tak terlupakan :)
BalasHapus