Untitle

| Rabu, 16 Januari 2013
Tak kudapat lagi sentuhan lembut itu,
tak kurasa lagi dekapan hangat itu...
semua terasa hambar..kosong
Seperti sendiri berjalan tanpa arah yang jelas,
tatapanku nanar.............
apa yang kulihat, apa yang kudengar, apa yang kurasa menusuk tajam, sakit
Caci, caci saja sepuas anda tuan dan nyonya yang berkuasa....
Teriak teriak saja semua... dengan sumpah serapah yang kotor
Diam, aku terdiam tertunduk
Ingin aku teriak Ini Salah Siapa?
Sudahkah kalian melihat seperti apa kalian?
Tidak... ya ...tidak akan bisa sekotor apa kalian karena aku tahu hanya menghakimi saja yang bisa anda lakukan

* Teruntuk orang yang selalu terluka dengan omongan kotor para penjilat, Tegaklah berdirilah
Kau tak sendiri....
Aku ada untukmu walau itu dengan tetes tetes air mata

5 komentar:

  1. ku sentuh kamu dengan suara hati
    ku hangatkan kamu dalam dekapan mentari
    ku berikan arah dengan binarnya sang bintang
    ku berikan kesejukan hatimu bersama embun pagi
    ku hapus tetes matamu dengan cinta, dan
    ku caci dengan kerinduan

    BalasHapus
  2. aihhh bener ya... dont leave me alone :)

    BalasHapus
  3. gue ngapa waktu sekolah disuruh ngarang kagak bisa ya??? duhhh

    BalasHapus

Next Prev
▲Top▲